ulumul quran

1. AL QURAN

A. Pengertian al quran

            Al quran adalah kalam Allah berupa mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril, dimulai dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Naas. Ditulis dalam mushaf yang disampaikan secara mutawattir(oleh orang banyak) serta membacanya bernilai ibadah.

B. keutamaan al quran

            Allah berfirman dalam surat fathir : 29

 

 

 

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab-kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rizki yang kami anugrahkan kepada mereka, baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tiada akan merugi.”(Q.S. Fathir : 29)

 

Rasulullah SAW bersabda :

 

 

“Bacalah Al-quran, sebab dihari kiamat nanti, ia akan datang sebagai penolong bagi para pembacanya.” (HR. Tirmidzi)

 

C. Nama-nama Al-Quran

            Al-Quran mempunyai beberapa nama yang kesemuanya menunjukkan kedudukannya yang tinggi dan luhur. Secara mutlak, al quran adalah kitab samawi yang paling mulia. Kitab samawi itu dinamai: al-quran, al-furqon, at-tanzil, az-zikr, al-kitab dll.Allah telah memberi sifat Al-quran dengan sifat-sifat yang luhur, antara lain: An-nur (cahaya),al-huda(petunjuk),ar-rahmat,asy-syifa’(obat),mau’izhah(nasihat),al-aziz (mulia), mubarak ( yang diberkahi), al basyir (pembawa kabar baik), nazir ( pembawa kabar buruk) dan sifat-sifat lain yang menunjukkan kebesaran dan kesuciannya.

 

D. Kandungan-kandungan al quran

            Isi ajaran Al-quran pada hakikatnya mengandung lima prinsip, sebab tujuan pokok diturunkannya Al-quran kepada Rasulullah saw untuk diteruskan kepada umat manusia adalah untuk menyampaikan 5 (lima) prinsip yang terdapat didalam al quran, yaitu:

  • Tauhid (doktrin tentang kepercayaan ketuhanan yang maha esa)
  • Janji dan ancaman Tuhan
  • Ibadah
  • Jalan dan cara mencapai kebahagiaan
  • Sejarah umat manusia sebelum Nabi Muhammad saw

 

 

 

 

2. WAHYU

A. Pengertian wahyu

            Wahyu didefinisikan sebagai informasi yang tersembunyi dan cepat yang ditujukan kepada orang tertentu tanpa diketahui orang lain. Secara etimologi, pengertian wahyu meliputi:

_     Ilham al-fahri li al-insan (ilham yang menjadi fitrah manusia), seperti wahyu terhadap Nabi Musa as

_     Berupa naluri pada binatang, seperti ilham untuk lebah dalam bentuk naluri (An-nahl:68)

_     Isyarat yang cepat seperti isyarat Zakaria as (Maryam:1)

_     Bisikan buruk syaitan “sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu” (Al-an’am:121)

_     Perintah Allah swt kepada malaikat “ingatlah ketika tuhanmu mewahyukan kepada malaikat, sesungguhnya aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang yang beriman.” (Al-anfal:12)

Menurut Imam Al-Zuhri wahyu Allah kepada para Nabi adalah kalam Allah yang diturunkan kepada seorang Nabi kemudian dikukuhkan di dalam hati.Ustadz Rahmat Abduh mendefinisikan wahyu sebagai pengetahuan yang didapati seseorang dari dalam dirinya dengan suatu keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah, baik melalui perantara ataupun tidak.

B. Cara wahyu diturunkan

_     Jibril menerima langsung dari Allah swt. Ketika itu Jibril melihat langit bergetar dengan goncangan yang dahsyat, ketika penghuni langit mendengarnya karena takut dengan Allah,  mereka pingsan dan terjatuh, lalu bersujudlah kepada Allah, yang pertama kali mengangkat kepala adalah malaikat Jibril.Lalu Allah menyampaikan wahyu-Nya kepada malaikat Jibril menurut apa yang dikehendaki-Nya.

Penyampaian wahyu dengan perantara malaikat kepada Rasul ada 5 cara, yaitu:

_     Datang dengan suara seperti suara lonceng, yaitu suara yang amat kuat dan dapat mempengaruhi kesadaran.Sehingga Rasulullahh dengan segala kekuatannya siap menerima pengaruh itu.Dan kadang kala seperti kepakan sayap malaikat.

_     Malaikat menjelma menemui Rasulullah sebagai seorang laki-laki, lalu malaikat berbicara langsung kepada Rasul, Rasul lalu memahaminya.

_     Malaikat menyampaikan langsung kedalam hatinya.

_     Malaikat menyampaikan langsung wahyu ketika Rasul tertidur (dalam mimpi)

_     Allah berfirman langsung kepada rasulullah tanpa perantara (malam isra’mi’raj.

C. Macam-macam wahyu dan hikmahnya

_     Al-quran, merupakan jenis wahyu pertama (kalam Allah) yang diturunkan kepada Muhammad saw dalam rentang waktu kurang lebih dari 23 th untuk ummat manusia akhir zaman

_     As-sunah atau al-hadits, menjadi pelengkap ilmu-ilmu yang ada di dalam Al- quran karena As-sunnah memberikan penjelasan/ tata cara untuk melakukan segala yang diperintahkan Allah. Al quran dan As-sunnah menjadi pedoman hidup bagi umat manusia yang ingin mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat hingga akhir zaman, memberikan berbagai macam ilmu pengetahuan.

D. Perbedaan wahyu dengan ilham

            Wahyu merupakan kalam Allah dan ada dalilnya berupa ayat, sedangkan ilham merupakan kabar ghaib yang diperoleh seseorang tanpa disertai dalil. Ilham bisa berasal dari Allah dan bisa berasal dari syaitan. Jadi ilham yang membawa kebaikan datangnya dari Allah, sedangkan yang buruk datangnya dari syaitan.

 

3. SEJARAH TURUNNYA DAN PENULISAN AL QURAN

A. Sejarah Nuzulul Quran

            Awal wahyu yang turun kepada Rasulullah saw didahului oleh mimpi yang baik menjelang waktu pagi. Setelah itu hati Rasulullah saw tertarik untuk mengasingkan diri di gua Hira. Di sana beliau beribadah beberapa malam dan tidak pulang ke rumah istrinya. Untuk itu beliau membawa perbekalan. Pada suatu hari, beliau kembali ke rummah istrinya dan berangkat lagi seperti biasa membawa perbekalan hingga datang kepadanya kebenaran (wahyu yang pertama) pada tanggal 17 ramadhan tahun miladi di gua Hira.

            Malaikat Jibril datang kepada beliau sambil berkata”bacalah” hingga ketiga kalinya beliau mengatakan “aku tidak bias membaca” lalu beliau dilepaskan oleh malaikat JJibril dan membacakan surat Al-alaq sebanyak 5 ayat. Setelah itu Nabi pulang pulang dengan hati berdebar-debar.

Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 185:

 

 

 

Artinya:

“bulan ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil)…

Berdasarkan ayat tersebut, tannggal 17 Ramadhan disebut juga hari Nuzulul Quran (hari diturunkannya Al quran).

B. Hikmah diwahyukannya al quran secara berangsur-angsur

_     Agar mudah dimengerti dan dilaksanakan

_     Turunnya suatu ayat sesuai/berkaitan dengan peristiwa yang terjadi akan akan lebih mengesankan dan lebih berpengaruh di dalam hati dan menambah kokohnya pendirian rasulullah saw

_     Mempermudah penghafalan

_     Diantara ayat-ayat al quran itu ada yang “nasikh” dan ada yang “mansukh” sesuai dengan kemaslahatan

_     Diantara ayat-ayat al quran ada yang merupakan jawaban dari pertanyaan/ penolakan terhadap suatu pandapat

_     Sesuatu yang terjadi secara bertahap akan dapat berjalan dengan lancar dan dapat diterima dengan baik, serta mendatangkan faedah.

 

C. Penulisan al quran pada masa Nabi dan Khulafaur-rasyidin

            Rasulullah saw mengangkat para penulis wahyu al quran (asisten) dari sahabat-sahabat terkemuka, seperti: Ali, Muawiyah, Ubay bin Ka’ab dan Zaid bin Tsabit. Bila ayat turun, ia memerintah mereka menuliskannya dan menunjukkannya dimana tempat ayat tersebut dalam surat. Sebagian sahabat juga menulis Al-quran atas inisiatif sendiri pada pelepah kurma,lempengan batu,papan tipis,kulit/daun,kayu,pelana, dan potongan tulang belulang binatang.

            Al quran dihafal dan ditulis dalam mushaf dengan susunan ayat-ayat dan surat dipisahkan/ ditertibkan ayat-ayatnya saja, setiap surat berada dalam suatu lembaran secara terpisah, tetapi pada saat itu belum ada tuntutan kondisi untuk membukukannya dalam satu mushaf, sebab Nabi masih selalu menanti turunnya wahyu dari waktu ke waktu.Rasulullah tidak mengumpulkan Al quran dalam satu mushaf karena ia senantiasa menunggu ayat yang menghapus terhadap suatu hukum-hukum atau bacaannya (nasikh wa mansukh).

            Pengumpulan dan penulisan Al-quran yang dilakukan Abu Bakar ialah memindahkan semua tulisan/Al-quran yang semula bertebaran di kulit-kulit binatang, tulang belulang dan pelepah kurma. Kemudian Abu Bakar memerintahkan agar catatan-catatan tersebut dikumpulkan dalam satu mushaf dengan ayat-ayat dan surat-surat yang tersusun serta dituliskan dengan sangat hati-hati.Abu bakar adalh orang pertama yang mengumpulkan Al-quran dalam satu mushaf.

D. Penyempurnaan pemeliharaan Al-quran sesudah masa Khalifah

            Penyalinan terhadap mushaf Utsmani dilakukan sangat pesat sekali. Suatu riwayat mengatakan mengatakan bahwa ketika terjdi perng Shiffin, jumlah mushaf yang diangkat diatas tombak ada 300 buah, meskipun pada waktu penyalinan dilakukan dengan tangan saja.

            Al quran pertama kali dicetak di Venesia (bunduqiyah) pada tahun 1530 M, tetapi keluar perintah dari pihak gereja untuk memusnahkan Al-quran. Kemudian muncul cetakan secara islam dilakukan oleh Mulaya Usman pada tahun 1873 M di St Petersburg Rusia.

 

4. Asbab An-nuzul

A. Pengertian asbab an nuzul

            Secar etimologi Asbab An-nuzul berarti sebab turunnya ayat-ayat al quran. Sedangkan menurut istilah ialah al quran yang diturunkan untuk memberikan petunjuk kepada pikiran mereka serta memberikan jiwa dan akal mereka dan memberikan solusi, jawaban dan tanggapan  terhadap sejumlah kejadian dan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada kehidupan umat manusia, dengan tanggapan yang berisikan tentang sikap kejadian risalah ajaran islam terhadap kejadian dan peristiwa-peristiwa tertentu.

Sebab-sebab turunnya ayat dalam bentuk peristiwa ada 3 macam:

a.       Peristiwa berupa pertengkaran, seperti perselisihan yang berkecamuk antara segolongan dari suku Aus dan segolongan dari suku Khazraj

b.      Peristiwa yang berupa kesalahan yang serius, seperti peristiwa orang yang mengimami sholat sedang mabuk sehingga salah membaca surah Al- kafirun.

c.       Peristiwa berupa cita-cita dan keinginan, seperti persesuaian-persesuaian (mufakat) Umar bin Khattab dengan ayat-ayat Al-quran.

 

B Macam-macam Asbab An-nuzul

            Dari jumlah sebab ayat yang turun,Asbab an-nuzul dapat dibagi kepada:

-ta’adut al asbab wa an nazil wahid (sebab turunnya lebih dari satu dan ini persoalan yang terkandung dalam ayat/ kelompok ayat yang turun satu).

-ta’adut al asbab wa al nazil wahid (ini persoalan yang terkandung dalam ayat/ sekelompok ayat yang turun lebih dari satu sedangkan sebab turunnya satu). Sebab turun ayat disebut ta’adud, bila ditemukan dua riwayat yang berbeda/ lebih tentang sebab turunnya suatu ayat atau sekelompok ayat tertentu. Sebaliknya, sebab turunnya itu disebut wahid atau tunggal bila riwayatnya hanya satu. Suatu ayat/ sekelompok ayat yang turun disebut ta’adud al nazil, bila inti persoalan yang terkandung dalam ayat yang turun sehubungan dengan sebab tertentu lebih dari suatu persoalan.

            Jika ditemukan dua riwayat/ lebih tinggi sebab turunnya ayat dan masing-masing menyebutkan suatu sebab yang jelas dan berbeda dari yang dijelaskan lawannya, maka kedua riwayat ini diteliti dan dianalisis.

 

C. Urgensi dan kegunaan Sabab an-nuzul dalam mempelajari munasabah

Tujuan  diturunkannya Al-quran:

  1. Sebagai peringatan dan pengingat bagi manusia
  2. Untuk memberikan contoh dan pelajaran
  3. Sebagai hujjah, petunjuk dan mukjizat
  4. Sebagai kitab UU dan perinci hukum
  5. Sebagai pemutus hukum dan pengangkat perselisihan serta pembeda antara yang hak dan yang bathil.

Manfaat diturunkannya Al-quran:

  1. Menjadi petunjuk umat manusia
  2. Sebagai penasihat umat manusia
  3. Obat penyakit hati
  4. Untuk menjadi bacaan umat islam
  5. Peringatan bagi yang mempunyai rasa takut akan azab Allah
  6. Mempermudah orang yang menghafal ayat-ayat al quran, serta memperkuat keberadaan wahyu dalam ingatan orang yang mendengarnya.

 

 

5. Al-Munasabah

A. Pengertian Al munasabah

            Munasabah menurut bahasa berarti kecocokan, kesesuaian atau kepantasan. Munasabah menurut istilah dapat diartikan segi hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain dalam satu ayat, antara satu ayat dengan ayat lain dalam banyak ayat, antara satu surah dengan surah lain atau antara pembukaan surah dengan penutupan surah dst.

            M.Quraisy Shihab memberikan pengertian Munasabah sebagai memberikan kemiripan dengan yang terdapat pada hal yang tertentu dalam Al quran baik surah maupun ayat yang menghubungkan uraian satu ayat dengan ayat lainnya.

B. Pendapat-pendapat disekitar Munasabah

            Ada 3 pendapat yang berbeda mengenai tertib surah dalam Al-quran, yaitu:

  1. Tauqifi (penetapan dari Rasul)
  2. Ijtihady (orang yang bersungguh-sungguh) atau berijtihad. Alasannya:

·  Tidak ada petunjuk langsung dari Rasulullah tentang tertib surah dalam Al-quran

·  Munculnya 4 buah mushaf dari kalangan sahabat yang berbeda susunan antara yang satu dan yang lainnya

·  Mushaf yang ada pada catatan sahabat berbeda, ini menunjukkan bahwa susunan surah tidak ada petunjuk resmi

3.      Taugify dan Ijtihady

·  Ternyata tidak semua nama-nama surah itu diberikan oleh Allah, sebagiannya diberikan oleh Rasulullah, bahkan ada yang diberikan oleh para sahabat

·  Surah Al-baro’ah tidak memakai basmalah karena isinya sama dengan surah sebelumnya (Al-anfal) Rasul tidak sempat menjelaskan dimana diletakkan surah tersebut, sampai beliau wafat.

C. Macam-macam Munasabah

1.      Munasabah antara kandungan satu ayat dalam satu surah dengan satu ayat pada surah sebelumnya

2.      Munasabah antara surah dalam bentuik tema sentral

3.      Munasabah antara ayat terakhir dalam satu surah dengan ayat pertamanya dalam ayat berikutnya

4.      Munasabah karena adanya keterkaitan atau adanya suatu peristiwa

D. Fungsi munasabah

1.      Untuk menemukan arti yang tersirat dalm susunan dan urutan kalimat, ayat dan surah yang ada dalam Al quran

2.      Untuk menjadikan bagian dalam Al quran saling berhubungan sehingga nampak menjadi satu rangkaian yang utuh dan integral

3.      Ada ayat baru dapat dipahami apabilai melihat ayat berikutnya

4.      Untuk menjawab kutipan orang luar terhadap sistematika Al quran

 

 

 

6. AL MAKKIYYAH DAN AL MADANIYYAH

A.Pengertian

            Al-makkiyyah adalah ayat yang membicarakan tentang penduduk-penduduk Makkah sedangkan Al-madaniyyah adalah ayat yang membicarakan tentang penduduk Madinah.

B. Klasifikasi ayat-ayat dan surah-surah Al quran

            Ayat-ayat Makkiyyah turun selama ± 12 tahun 5 bulan 13 hari, tepatnya tanggal 17 Ramadhan tahun 41 H hingga awal rabiul awal tahun 54 dari kelahiran Nabi Muhammad saw. Perbandingan ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah sekitar 19/30 dari isi Al-quran, jumlah ayat-ayat 4.870 ayat. Sedangkan yang turun di Madinah sekitar 11/ 30 dari isi Al-quran, jumlah ayat-ayatnya 1.456 ayat.

            Ada kesulitan yang sangat berarti untuk dapat melacak dan mengidentifikasi secara pasti ayat-ayat Makkiyyah dan Madaniyyah karena urutan terbit ayat berdasarkan petunjuk dari Nabi saw, kalangan ulama tafsir berpendapat bahwa surat Al-muthafifin (thathfif) adalah surah yang terakhir turun di Makkah.Surah Madaniyyah berjumlah 28 surah. Menurut Ibnu Nashr dalam nasilah wa al mansukh, surah yang turun di Makkah berjumlah 28 surah sedangkan surah yang diturunkan di Madinah disepakati 20 surah.

            Meskipun sebuah surah disebut surah Makkiyyah, tidak berarti seluruh ayat yang ada dalam surah tersebut turun di Makkah sebelum hijrah dan sebaliknya, persamaan itu hanyalah surat yang memuat mayoritas ayat-ayat Makkiyyah dan Madaniyyah. Contoh ayat Makkiyyah yang terdapat dalam surah Madaniyyah:

 

 

Artinya:

 “dan ingatlah, ketika orang-orang kafir (quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, membunuhmu, mengusirmu, mereka memikirkan tipu daya Allah swt menggagalkan  tipu daya itu. Dan Allah swt sebaliknya membalas tipu daya. (Q.S. Al-anfal: 30)

 

C Ciri-ciri khas Makkiyyah dan Madaniyyah:

1.      Ayat dan surah Makkiyyah umumnya pendek-pendek sedangkan ayat dan surah Madaniyyah umumnya panjang-panjang

2.      Setengah juz terakhir (30) yang memuat 36 surah yang ada pada umumnya dimulai dengan sapaan yaa ayyuhannas sedangkan ayat dan surah Madaniyyah dimulai dengan yaa ayyuhalladzina aamanu

3.      Ayat dan surah Makkiyyah umumnya berbicara tentang tauhid (iman) sedangkan ayat dan surah madaniyyah umumnya berbicara tentang sosial, kemasyarakatan dan hukum.

4.      Setiap surah di dalamnya mengandung ayat sajjadah adalah Makkiyyah sedangkan setiap surah yang mengandung kata(jangan begitu) adalah madaniyyah

5.      Surah-surah yang mengandung kisah-kisah para Nabi dan umat terdahulu adalah surah makiyyah kecuali surah Al-baqarah.

2 Tanggapan

  1. hebaaaaatttttttttttttttttttttttttttttttt

  2. Aq ambl utk referensi y.Ad tugas kuliah ulumul quran nìih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: